Your healthcare news library

Archive for March 19, 2013

Alexandra Hospital takes top spot for consumer satisfaction

File photo: Patients at a hospital ward (TODAY photo)

File photo: Patients at a hospital ward (TODAY photo)

INGAPORE: Alexandra Hospital has taken top spot for consumer satisfaction in the healthcare sector for restructured hospitals.

Alexandra Hospital jumped from last position out of seven hospitals in 2011 to first place in the Customer Satisfaction Index of Singapore 2012.

The Customer Satisfaction Index is released by the Singapore Management University’s Institute of Service Excellence.

The hospital, managed by JurongHealth, got a score of 74.2 per cent, well above the average score of 70.5 per cent for other public hospitals.

JurongHealth, which manages the hospital, emerged top in the same survey in the overall healthcare sector.

JurongHealth said its focus is not just on building infrastructure, but also on building an organisation with the right people with the right values.

This has helped to create an engaged workforce, with staff giving their best for the patients and their loved ones.

It paid special attention to feedback, through initiatives such as monthly surveys, patient feedback lunches, focus groups discussions, service excellence training and awards.

The public healthcare cluster was set up in June 2009 to look into the healthcare needs of the west.

Under its regional healthcare system are the Ng Teng Fong General Hospital, which will be ready by end-2014 and Jurong Community Hospital, which will be ready by mid-2015.

– CNA/fa – http://www.channelnewsasia.com/stories/singaporelocalnews/view/1260957/1/.html

Advertisements

針灸搭配飲食 健康享瘦減重無負擔

針灸減重是針對個人體質進行調理,中醫師表示,男性腰圍大於90等中廣型身材為主要治療對象。

針灸減重是針對個人體質進行調理,中醫師表示,男性腰圍大於90等中廣型身材為主要治療對象。

1位45歲張先生,因平時工作需應酬,喝酒、大魚大肉,體重100公斤,BMI為30,腰圍95,且膽固醇與血壓都過高,原本想藉由健康食品減重,卻不見效果,甚至還被兒子笑稱懷孕好幾個月。在大林慈濟醫院中醫科門診針灸治療半年後,體重已降為92公斤,膽固醇及血壓也都恢復正常,目前持續治療中。

大林慈濟醫院中醫科醫師阮膺旭指出,以中醫觀點,肥胖產生為好食膏梁厚味,因而造成脾胃功能失調,身體代謝失常,如脾虛痰濕的患者,常會產生肥胖及容易疲勞症狀,只要健脾利濕後,這些症狀都可獲得緩解。

目前巿面上琳琅滿目的減肥產品,往往講求療效快速,其中常見多含有番瀉葉的成份,使用後不僅容易造成腹瀉,導致電解質不平衡,嚴重時還會有抽筋現象。建議減重最好採用循序漸進的方式進行,並依醫師診斷後的體質作為治療,才能瘦得健康又自然。

此外,針灸減重是針對個人體質進行調理,針刺效果的發生一般認為由神經系統、血液中的神經傳導物質、內分泌等傳導介質來達成目的,建議BMI大於27,或女性腰圍大於80,男性腰圍大於90等中廣型身材為主要治療對象。

藉由針灸除了可調理脾胃、促進經絡循環,局部治療也可達到局部瘦身效果,包括手臂(穴位為曲池、支溝)、大腿(穴位為血海、梁丘、足三里、三陰交)、腰圍(穴位為天樞、大橫)。

針對實胖體質者,中醫師建議可多吃山楂、陳皮、荷葉等。(圖片提供/大林慈濟醫院)

針對實胖體質者,中醫師建議可多吃山楂、陳皮、荷葉等。(圖片提供/大林慈濟醫院)

【肥胖2類型與食療建議】:

1.「虛胖」:常見症狀包括腳部水腫、尿量減少、身體覺得重、倦怠,一般為喝水易胖的體質。

建議:以健脾補腎藥為主,或多吃一些健脾利水的食物,如薏仁、芡實、綠豆、山藥。而具有緩和滋補、補中益氣、安五臟益脾胃的「黃精」,在古書中記載「久服可輕身延年」,但胃腸不好者及虛胖型患者不可服用。

2.「實胖」:症狀有口乾舌躁、便秘、口臭等。

建議:使用潤腸通下,或消油脂的藥,也可多吃山楂、陳皮、荷葉、洛神花等。

【華人健康網 記者張世傑/台北報導】 – http://www.top1health.com/Article/82/12065

減肥不只顧體重 要降低體脂肪

減肥重點在於減去脂肪,必須透過控制飲食熱量以及持續有氧運動,比如在健身房踩飛輪,才能消耗到體內的脂肪。

減肥重點在於減去脂肪,必須透過控制飲食熱量以及持續有氧運動,比如在健身房踩飛輪,才能消耗到體內的脂肪。

要減去身體的肥肉,不能只看體重!醫師表示,坊間流行許多快速減肥法,不論是斷食法或水果減肥法,都只會消耗水份,雖然短時間有掉1-2公斤的效果,但容易停滯不前,呼籲減肥重點在於減去脂肪,必須透過控制飲食熱量以及持續有氧運動,才能消耗到體內的脂肪,那才是真正的減肥。

萬芳醫院肥胖防治中心醫師林硯農表示,體脂肪相較於BMI值,是比較不容易測量的,體脂率是指身體脂肪組織所占的比率,因為體脂肪是不導電的,所以會利用儀器去檢測身體電阻的大小,再透過公式去計算出一個人的體脂率。

對於肥胖的人來說,體脂肪往往與BMI值成正比,林硯農醫師表示,正常的成年男性體脂率約為15-25%,女性則為20-30%,但減重門診的患者往往體脂率都在30%以上,一般隨著體重逐漸降低,體脂率也會跟著下降。

有些人看似體重減了不少,不過林硯農醫師提醒,尤其純粹靠節制飲食來減重者,體內還是容易囤積脂肪,因此除了控制攝取熱量,也務必要持續做有氧運動,維持中等強度達到一定時間、脂肪才容易被消耗掉。

 

目前「不易形成體脂肪功能」也是健康食品被核准的功效之一,但是並不代表只要喝下去,就能促進原本體內的脂肪瓦解,民眾不應有錯誤的減重期待。(攝影/黃志文)

目前「不易形成體脂肪功能」也是健康食品被核准的功效之一,但是並不代表只要喝下去,就能促進原本體內的脂肪瓦解,民眾不應有錯誤的減重期待。(攝影/黃志文)

 

目前「不易形成體脂肪功能」也是健康食品被核准的功效之一,那麼喝這類飲品能夠減少體脂肪嗎?林硯農醫師認為就字面來看,這類飲品訴求的是喝下去不容易形成體脂肪,但是否促進原本體內的脂肪瓦解,他不予置評。

事實上啟動脂肪消耗的開關,唯有持續的有氧運動,也就是達到衛生署推動的「333運動原則」:每周至少3次、每次至少30分鐘且讓心跳達130下的運動量,他強調不可能只靠「吃」某樣東西,就能把脂肪變不見,民眾不能有錯誤的減重期待。

【華人健康網 記者張雅雯/台北報導】 –  http://www.top1health.com/Article/250/12086

肥胖心臟病患存活高?運動量是關鍵

英國一項調查發現,肥胖心臟病患者的存活率較體重正常範圍者高。(攝影/黃志文)

英國一項調查發現,肥胖心臟病患者的存活率較體重正常範圍者高。(攝影/黃志文)

一般來說,肥胖者的健康問題較需要人擔憂,也較容易有心血管方面的疾病,不過英國倫敦大學學院的調查卻意外發現,BMI值在30以上的肥胖患者,存活率較正常體重者來得高;不過研究內容也表示,每周運動一次及沒有吸菸習慣,才是影響死亡率高低的關鍵因素。

英國《BBC》國家廣播電台日前引述發表在「預防醫學」(Preventive Medicine)的報告指出,這已不是第一次在醫學研究上發現肥胖的兩極矛盾結果,在4400名的心臟病患者中,BMI值屬於肥胖範圍的患者,在未來7年的死亡率低於其他體重介於正常值的心血管疾病患者。主導研究的的哈默博士(Dr. Mark Hamer)指出,目前尚無法了解為何肥胖病患的死亡率較低,但是他強調,絕不鼓勵病患因此刻意增加體重。

調查中發現,有約31%的病患體重超重,身體質量指數(BMI)至少在30以上,這些病患年齡較年輕,血壓與膽固醇指數都較高,但在吸菸的比例上較低。此外,研究人員發現,無論體重的高低,只要每周至少有1次的運動習慣且無吸菸習慣的患者,在心臟病死亡率上都明顯偏低。

哈默博士指出,有一個可能的原因為醫師認為肥胖病患的風險性較高,因此在用藥與治療上更為積極,反而因此降低了病患的死亡率。不過此項調查僅針對BMI做分析,不代表全面的健康指標;增加運動習慣以及不吸菸才是能讓死亡率降低的最好方法。

【華人健康網 記者羅詩樺/編譯】 – http://www.top1health.com/Article/28/12068

Dua Anak Jantung Bocor Berhasil Dioperasi

(Analisa/zulnaidi) DIABADIKAN: President dan PP Rotary Club Medan Deli Alfian Salim dan Kentjana Salim (Bie Bie), Direktur RS Murni Teguh dr Mutiara MKT serta tim dokter diabadikan bersama dengan Sindi usai menjalani operasi kateterisasi jantung bocor, Sabtu (16/3).
Medan, (Analisa). Rotary Club Medan Deli dan Yayasan Murni Sadar membantu dua anak yang menderita penyakit jantung bocor. Kedua pasien dari warga tidak mampu itu berhasil dioperasi di RS Murni Teguh Medan, Sabtu (16/3) siang.

Kedua pasien masing-masing Sindi Primadini (16) warga Seram Tiga Medan. Dia menderita kelainan pembuluh darah yang tidak menutup atau persistent duktus arteriosus (PDA). Sedangkan seorang lagi, Joi Komasa Tobing (3) warga Sibolga. Joi, mengalami kelainan pada sekat bilik atau ventricular septal defect (VSD).

Proses operasi keduanya menggunakan system kateterisasi jantung di ruang Chatlab RS Murni Teguh. Mereka ditangani khusus tim dokter dr Tina Tobing SpA (K) dan dr Qodri SpAn, dan dr Akhyar Hamonangan Nasution SpAn KAKV.

“Proses operasinya tidak lama. Kita menggunakan system kateterisasi jantung. Tidak perlu dilakukan pembedahan besar. Cukup memasukkan alat melalui lipatan paha sampai ke jantung kemudian dilakukan penutupan kebocoran. Jadi, minimal invasif. Besok Sindi sudah bisa pulang,” kata Direktur RS Murni Teguh dr Mutiara MKT.

Menurutnya, kasus kelainan jantung pada Sindi lebih mudah disbanding pada Joi Tobing. Pada Joi, kelainannya disebut VCD. “Tapi, dengan operasi kateterisasi ini, keduanya sudah sembuh 100 persen,” ungkapnya.

Secara khusus dia mengucapkan terimakasih pada Rotary Club Medan Deli dan Yayasan Murni Sadar yang peduli dan memiliki nurani untuk membantu pasien miskin. “Kasus-kasus seperti kelainan jantung ini banyak terjadi. Memang kalau umum, biayanya agak mahal. Tapi, dengan adanya kepedulian lembaga sosial, pasien dari keluarga tidak mampu bisa terbantu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, operasi jantung bocor baru pertama mereka lakukan. Soalnya, di rumah sakit tersebut baru ada alat Chatlab (laboratorium kateterisasi jantung). “Dengan kemampuan kita saat ini dalam melakukan tindakan operasi jantung, maka kita harapkan pasien tidak lagi ke luar negeri. Di rumah sakit swasta di Sumut, baru kita yang mampu,” ucapnya.

Wajah bahagia juga dirasakan President dan Past President Rotary Club Medan Deli Alfian Salim dan Kentjana Salim. “Kita bersyukur kedua pasien jantung bocor dari keluarga tidak mampu ini berhasil dioperasi. Semua ini berkat doa dan dukungan para donator. Kita juga ucapkan terimakasih pada rumah sakit yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” sebut Kentjana Salim alias Bie Bie.

Menurut keluarganya, selama ini baik Sindi maupun Joi Tobing menderita kelainan jantung sudah lama. Selama ini, mereka tidak bisa beraktivitas lebih dalam keseharian. Mereka mudah lelah. Namun keduanya tidak mampu berbuat banyak karena tidak ada biaya. Soalnya solusi utama penanganannya, pasien harus dioperasi. (nai)

Analisadaily –  http://www.analisadaily.com/news/2013/2403/dua-anak-jantung-bocor-berhasil-dioperasi/

Kimia Farma genjot ekspor dari obat herbal

Kimia Farma genjot ekspor dari obat herbal

JAKARTA. Produsen farmasi nasional, PT Kimia Farma Tbk, akan membuat varian produk baru dengan bahan-bahan dari herbal. Cara ini dilakukan untuk menggenjot pendapatan dari hasil ekspor perusahaan yang ditargetkan mampu mencapai dua kali lipat pada tahun ini atau bisa mencapai Rp 28 miliar.

Direktur Utama Kimia Farma, Rusdi Rosman menyatakan, tahun lalu, Kimia Farma mampu mengekspor produk senilai Rp 14 miliar. “Target kami, tahun ini, minimal ekspor meningkat dua kali lipat,” katanya kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, ekspor Kimia Farma tahun ini bisa mencapai Rp 28 miliar. Menurut Rusdi, tahun lalu, pihaknya telah membuat produk baru untuk kebutuhan ekspor. Produk tersebut hasil kerjasama dengan Universitas Padjadjaran, Bandung. “Kami mengembangkan obat herbal dari buah pala. Ini satu-satunya obat herbal untuk penyakit diabetes yang berasal dari buah. Nah, untuk obat herbal ini, kami akan ekspor ke Korea. Kami bisa lakukan tahun ini. Jumlahnya belum diestimasikan,” ucap dia.

Selain ekspor obat herbal sebagai penyembuh penyakit diabetes, Kimia Farma juga akan mengekspor orthosiphonis folium atau daun kumis kucing ke Jerman dan Korea. Daun ini berkhasiat mengobati batu ginjal.

Saat ini, Kimia Farma memiliki lahan seluas 5 hektare (ha) di daerah Banjaran, Jawa Barat, yang ditanami daun kumis kucing. “Tahun ini, kami targetkan semuanya untuk ekspor dan kuantitasnya mencapai 50 ton per bulan,” kata Rusdi.

Selain itu, kata Rusdi, pihaknya juga bakal meningkatkan kapasitas ekspor untuk kina dan yodium. Sebelumnya, pada 2011 lalu, Kimia Farma telah mengakuisisi PT Sinkona Indah Lestari (SIL), eksportir hasil olahan kina. “Kami ekspor kina ke Eropa, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Targetnya, tahun ini, ekspor dari olahan kina itu bisa tumbuh dua kali lipat,” ungkap dia.

Malaysia menghambat

Selain menambah varian produk, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Djoko Rusdianto menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat jaringan layanan apotek di Malaysia dengan cara menggandeng mitra di sana.

Sebetulnya, kerjasama ini sudah dijalankan sejak akhir tahun 2011. Namun, hingga saat ini, apotek Kimia Farma belum juga berdiri.
Padahal, Kimia Farma sudah menggandeng Averros Pharmaceuticals Sdn Bhd untuk memuluskan langkah perusahaan membuka apotek di sana. Dengan kerjasama ini, Djoko berharap, Kimia Farma bisa mendapat 2% laba dari penjualan produk di sana.

Djoko berdalih, tidak apotek Kimia Farma belum beroperasi lantaran ada regulasi dari Pemerintah Malaysia yang mewajibkan apoteker dari Indonesia harus bergelar Ph.D. Syarat ini cukup memberatkan perusahaan. “Saat ini, kami masih melobi. Harapannya, kami bisa membuka apotek di sana pada semester I tahun ini. Sebab, nantinya apotek itu akan kami jadikan sarana distribusi untuk bisa memasarkan produk kami ke pasar Asia,” katanya.

Dengan berbagai strategi yang dilakukan perusahaan,  Kimia Farma berharap mampu mengejar target laba pada  2013 yang mencapai Rp 225 miliar. Sementara itu, pada 2012 lalu, laba Kimia Farma sebesar Rp 205,7 miliar atau naik 19,8% dibandingkan dengan laba 2011 yang hanya mencapai Rp 171,6 miliar.

Kenaikan laba Kimia Farma tahun lalu lebih banyak didorong oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai 8% atau menjadi Rp 3,7 triliun. Di tahun 2011, total penjualan yang dibukukan oleh perusahaan pelat merah farmasi itu sebesar Rp 3,4 triliun.

Kontan – http://industri.kontan.co.id/news/kimia-farma-genjot-ekspor-dari-obat-herbal/2013/03/19

Tag Cloud